(Two Sides Triangle)Seni Mempengaruhi Fikiran Orang Part 1

Posted on February 26, 2013

2


Seni Mempengaruhi Fikiran Orang Part 1

Pernah mendengar cerita tentang orang yang merasa dihipnotis atau ditipu oleh orang lain. Dan secara tidak sadar ia memberikan perhiasan atau sejumlah uangnya. Bagaimana bisa itu terjadi? Berikut ini beberapa ulasan yang mungkin akan menyegarkan anda dan membuat anda ngeh tentang kejadian itu. Tulisan berikut saya ambil dari Buku Dedy Corbuzier yang berjudul mantra(dengan sedikit perubahan).

Two Sides Triangle (Segitiga bersisi dua)

Kalau Anda pernah mendengar lagu Phil Collins yang berjudul Both Sides Story, Anda akan tahu bahwa segala sesuatu selalu mempunyai dua sisi: Sisi subjek dan sisi objek. Sis-isisi tersebut menciptakan berbagai cerita sebagai hasil sudut pandang yang berbeda, dan biasanya sisi yang satu berusaha merendahkan sisi yang satunya. Oleh karena itu, ketika kita ingin memasukkan suatu paham, pemikiran, ataupun “pemaksaan” secara tidak langsung kepada orang lain, terlebih dahulu kita harus mengetahui pakah objek atau lawan bicara kita itu sudah memiliki informasi dari sudut pandang yang lain, terkait hal-hal yang akan kita sampaikan. Kalau mereka sudah memiliki informasi itu, kita harus menggunakan konsep dua sisi, yaitu menunjukkan sisi yang salah dan alasan mengapa sisi tersebut dikatakan salah. Hal
ini perlu dilakukan karena objek/lawan bicara kita sudah mengetahui informasi lain tentang hal yang ingin kita sampaikan. Jadi, kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa sejak dulu kita sudah mengetahui informasi yang jatuh kepadanya itu. Karena, kalau tidak demikian, mereka tidak akan percaya dan timbullah rasa curiga.

Berikut adalah contoh praktisnya. Ada orang ingin membeli sepatu di dua tempat yang berbeda. Kebetulan salah satu toko sepatu tersebut adalah milik Anda. Maka, Anda harus mengetahui apakah lawan bicara Anda mempunyai pilihan sepatu di tempat lain. Kalau benar demikian, kita harus memasukkan sudut pandang tentang sepatu yang lain itu. Misalnya, sepatu itu memang bagus jika dibandingkan dengan sepatu yang Anda jual. Tetapi, apa betul harga yang ditawarkan masuk akal untuk sepasang sepatu? Saya rasa orang seperti Anda bisa memanfaatkan permainan logika dalam memilih sesuatu. Di sini kita memberikan informasi dari dua sisi tentang sepatu yang kita jual dan sepatu yang orang lain jual. Dan juga, di sini kita menggunakan kelemahan kita sebagai kekuatan (sepatu yang kita tawarkan tidak sebaik yang dilihat calon pembeli di toko lain, tetapi harganya lebih masuk akal).

Kelemahan sebagai kekuatan akan kita bahas di postingan berikutnya. Mari kita simak contoh lain di dalam kehidupan manusia. Belakangan ini kita banyak kali mendengar terjadinya perselingkuhan dalam hubungan percintaan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Itu karena si objek secara tidak sadar diberi pesan dua sisi dari si subjek dan ia menerimanya begitu saja. Misalnya saja, Anda sebagai seorang pria tertarik pada wanita yang sudah memiliki kekasih, atau sebaliknya. Anda mengetahui berbagai kekurangan sebenarnya ada pada diri sang kekasih. Tak hanya itu, Anda pun mengetahui bahwa objek Anda secara tidak langsung juga sudah mengetahui kekurangan yang pada diri kekasihnya. Maka, keadaan ini menunjukkan bahwa si objek sudah sadar akan informasi dua sisi tersebut. Dengan demikian, untuk memengaruhinya anda harus menggunakan metode dua sisi tersebut. (Tunjukkan sisi yang salah dan jelaskan alasan mengapa hal itu salah.)

Beritahulah si objek bahwa Anda paham benar keadaan ataupun informasi dari sisi pesaing Anda. Lalu, gunakan kelemahannya dan lemahkan kelebihannya. Cari kelemahannya satu per satu dan katakan lewat perbandingan. Misalnya, Anda dapat mengatakan, “Saya sudah tahu kalau kamu mempunyai kekasih yang kamu sayang. Tapi, saya dengar ia sudah jarang memerhatikan kamu dan lebih sibuk dengan segala kegiatannya, yang katanya demi meniti^ kariernya semata. Saya yakin hal itu juga akan mengganggu kamu sebagai pasangannya. Bukankah arti kekasih adalah orang yang menyediakan waktu untuk pasangannya?” Dengan begini kita secara tidak langsung memberitahunya bahwa kita juga mengetahui informasi dari sisi lain dan bahwa kita sungguh menaruh perhatian yang cukup dalam mengenai hal itu.

Percaya atau tidak, hal ini yang selalu membuat orang berselingkuh! Itu karena adanya perbandingan dari dua sisi yang berbeda. (Tapi menurut saya, hal di atas bukan untuk diteladani oleh Anda! Hal ini sekadar contoh yang saya berikan karena fenomenanya sangat mudah Anda amati di dalam masyarakat saat ini. Jadi, bukan untuk ditiru!)

bersambung di postingan selanjutnya…

Artikel terkait: