Apa Yang Bisa Dipikirkan, Bisa Diwujudkan

Posted on February 25, 2013

0


mimpi

Postingan ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan pembaca blog saya yang tempo hari menghubungi saya lewat ponsel saya. Pembicaraan kami  berkisar 10 menit. Dia menanyakan tiga hal yang merupakan topik utama yang dibahas di blog saya. Tentang kekuatan sugesti untuk mencapai kesuksesan, tentang apa manfaat memiliki pengetahuan tentang kekuatan pikiran, dan tentang hak Tuhan dalam mewujudkan mimpi. Menurutnya, jika rumus mimpi itu benar maka seolah-olah menafikan tentang adanya tangan Tuhan yang selalu bermain di wilayah kerja kita. Menurutnya, ungkapan apa tentang “yang kita pikirkan berarti bisa kita wujudkan” adalah pernyataan yang hanya berhak diungkapkan oleh Tuhan. “Ungkapan kemusyrikan,” tuturnya kala itu.

Sesungguhnya Aku terserah pada prasangkaan hambaku.

Maka jika seorang hamba berpikiran buruk, maka yang terjadi dalam hidupnya/sebagian besar hidupnya adalah keburukan. Sebaliknyapun bisa terjadi, bagi mereka yang berprasangka baik maka semesta dan seluruh isinya menolong dia untuk menjadikan dia dan seluruh hidupnya berada dalam kebaikan. Ini bisa dibuktikan dengan sebuah percobaan sederhana yang bisa anda lakukan di rumah anda. Hanya satu pekan saja anda mencobanya dan anda akan melihat dampaknya. Hanya sepekan saja anda berpikir buruk. Yah, coba saja, sejak anda bangun pagi hingga anda tidur lagi penuhilah di pikiran anda dengan pikiran negatif selama satu pekan dan lihatlah hasilnya!

Ini telah menjadi sebuah aksioma kehidupan . Ronda Byrne kembali menegaskan   dalam bukunya “The Secret”, apa yang kita pikirkan itu yang bisa berwujud pada kenyataan. Apa yang kita impikan akan menjelma di hadapan kita sebagai sebuah utusan Tuhan yang bisa kita tolak ataupun diterima. Kadang karena ketidak mengertian kita, mimpi-mimpi itu justru kita tolak sendiri. Ini parah.

Kepada pembaca, saya tampaknya harus bersusah payah untuk memaksa untuk setuju dengan pernyataan ini: Apa yang hari ini terjadi pada anda, itu merupakan hasil dari pikiran anda di masa lalu. Saat anda berpikir, seluruh alam raya akan berpadu untuk membantu mewujudkan mimpi itu. Maka (mungkin) satu-satunya skill terbaik yang harus anda harus pahami dalam mewujudkan pikiran anda adalah sebuah bahasa. Bahasa alam semesta. Mengapa? Agar harapan yang kita pikirkan di masa lalu tidak ditolak jika ia datang di hadapan kita sebagai utusan Tuhan. Tahukah anda bahwa alam raya ini sedang berkomunikasi dengan anda di saat anda sedang berpikir tentang sesuatu? Yah, alam raya ini menjawab pikiran-pikiran anda dengan sebuah jawaban dahsyat. Ah ini urusan saya selanjutnya, membuat anda percaya bahwa alam raya ini berkomunikasi dengan anda dengan sebuah bahasa yang sifatnya universal. Bahasa tanpa kata. Bahasa yang dengannya semua makhluk hidup mengerti. Jika anda makhluk hidup maka anda akan mengerti dengan bahasa itu, meskipun dengan segala keangkuhan zaman anda menolak untuk mendengarkan bahasa itu. Padahal bahasa itu sungguh sederhana saja. Seperti ketika anda mengerti bahwa teman anda sedang marah hanya dengan melihat cara dia menatap, cara dia berbicara, cara dia memperlakukan anda meskipun teman anda tidak mengungkapkan kemarahannya dengan bahasa kata-kata.

Ah sudahlah. Di postingan selanjutnya akan kita bahasa bahasa alam semesta itu. Tapi titik penekanannya di sini adalah bahwa apa yang bisa kita pikirkan bisa kita wujudkan. Apa yang kita pikirkan maka seluruh alam raya ini berpadu dengan anda untuk mewujudkan mimpi anda. Tapi hal lain yang membuat kita gagal mewujudkan pikiran kita adalah kita menolak bantua alam semesta itu ketika ia datang berwujud di hadapan anda sebagai utusan Tuhan. Anda mengabaikannya, menolaknya bahkan menghardiknya…