BERFIKIR TENTANG PERSAUDARAAN

Posted on September 2, 2012

0


Dua orang bersaudara yang sama-sama menggarap sawah milik keluarganya. Satunya beristri dan yang satu lagi masih muda dan bujang. Mereka memiliki waktu membajak dan memanen padi bersamaan. Karena luas sawah yang digarap itu sama maka hasilnyapun hampir selalu sama.

Pada suatu malam si adik  mulai berfikir bahwa hasil yang didapatkannya itu sama sekali tidak adil. Dia masih bujang dan kebutuhannyapun sangat sedikit sementara kakaknya itu sudah beristri dan memiliki anak jadi tentu saja kebutuhannya semakin tinggi. Istri dan anak-anaknya butuh makan, butuh hidup layak sebagaimana yang lainnya.

Dari hasil berfikir itu, diam-diam ia mendatangi gudang  tempat penyimpanan berpuluh-puluh karung padinya. Mengambil 2 sampai 5 karung untuk dipindahkan ke tempat penyimpanan padi kakaknya.” Semoga ini sudah cukup untuk membiayai kebutuhan hidup saudaraku beserta keluarganya,” fikirnya.

Kakaknya, di suatu malam yang hampir bersamaanpun berfikir sebagaimana apa yang telah difikirkan oleh adiknya,” Adikku masih bujang, dia masih belum memiliki keluarga yang bisa merawatnya. Karena aku dan dirinya sudah kehilangan ayah dan ibu yang bisa memperhatikan dan memenuhi kebutuhan kami. Bagaimana jika dia sakit? Aku masih memiliki istri yang bisa mencurahkan kasih sayang dan merawatku. Istrikupun masih bisa mencari uang dengan caranya sendiri jika aku memang kekurangan, sementara dirinya? Dia tidak memilikinya sebagaimana yang sudah kumiliki,” Renungya pada suatu malam.

Lalu si kakakpun memutuskan untuk memindahkan 2 sampai 5 karung padi ke gudang penyimpanan padi adiknya,”semoga ini bisa mencukupi kehidupannya,” fikir si kakak.

Begitulah terjadi selama bertahun-tahun tanpa ada yang saling mengetahui. Sementara jumlah padi di gudang masing-masing tak pernah berubah. Hingga sampai di suatu malam, di saat yang tidak terduga, dia saling bertemu. Di tengah masing-masing sedang sibuk untuk memindahkan berkarung-karung padi ke gudang saudaranya. Dan akhirnya merekapun saling mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh masing-masing di antara mereka. Lalu merekapun berpelukan dan  saling menangisi. Perasaan haru keluar dari kedua kelopak mata keudaa kakak beradik yang saling mencintai itu. Ternyata dalam diam masing-masing mereka, saling menaruh perhatian yang dalam. Ingin saling mengangkat hidup masing-masing……dan seharusnya begitulah persaudaraaan,

SOURCE:dari mulut kemulut