Sekali lagi tentang bawah sadar..

Posted on August 19, 2012

0


Image

Mari kita dudukkan dulu persoalannya***ambil kursi. Terlepas dari penjelasan para pakar tentang masalah ini(defenisi bakunya), tapi saya menyederhanakannya bahwa alam bawah sadar itu adalah emosi manusia(mudah-mudahan ini tidak terlalu sederhana). Emosi yang dimaksudkan adalah: Dalam bahasa inggris emosi  ditulis dengan “emotion”, dimana e itu adalah energy, dan motion itu adalah gerak. Jadi emotion adalah energi yang menggerakkan kita untuk bertindak. Terserah, apakah menggerakkan anda ke hal negatif ataupun positif. 

Faktanya, orang hanya akan sukarela melakukan sesuatu yang menjadi kepercayaannya. Anda mengerti kan dengan berbagai tradisi kepercayaan yang melekat dan beredar dalam masyarakat? Tradisi-tradisi mistis itu. Kalau di kampung saya banyak. Misalnya seseorang rela mengeluarkan uang yang banyak demi untuk menghilangkan sial pada seorang anak yang bermimpi bertemu dengan orang tuanya yang sudah meninggal. Karena takut si anak ini akan meninggal juga menyusul orang tuanya dalam waktu tertentu/dekat. Berjuta-juta uang yang dikeluarkan untuk mengadakan acara tertentu untuk membuang kesialannya itu, padahal itu tidak pernah terbukti kebenarannya. Atau seorang pengendara yang menabrak kucing. Maka anda melihat pengendara itu akan buru-buru turun dari kendaraannya kemudian menutup ‘almarhum’  si kucing itu dengan pakaian yang melekat di badannya. Begitulah kepercayaannya: Harus turun dari kendaraannya, dan menutup kucing yang mati itu harus dengan pakaian yang melekat di badan. Jika tidak maka kendaraan atau pengendara itu akan celaka. Coba bayangkan kalo yang ditabrak itu manusia…apakah penghormatan yang dilakukannya itu sama dengan penghormatannya kepada kucing. Hmm, kayaknya di bawah sadarnya kucing itu lebih terhormat daripada manusia, aneh.

Hal yang paling umum terjadi adalah tentang ketakutan terhadap kegelapan. Informasi yang tertanam di bawah sadar kita adalah kegelapan itu berhantu. Hantu itu bisa membunuh. Siapa yang menakut-nakuti kita? Kalau saya sih nenek saya. Dulu saya sering keluyuran sampai malam. Nah nenek saya menakut-nakuti saya tentang kegelapan. “Nak jangan pulang gelap-gelap.  Di jalan itu dan itu ada hantu penunggunya..” Nah jadilah saya penakut. Sampai besarpun masih biasa takut, padahal sudah tahu kalau nenek dulu cuma sekadar menakut-nakuti saya agar saya bisa cepat-cepat pulang.

Mengapa ini bisa terjadi? Dan orang itupun melakukannya dengan sangat takzim? Kepercayaan yang melekat secara turun temurun itulah sebabnya. Informasi yang berulang-ulang itu akhirnya masuk ke bawah sadarnya***sebenarnya banyak sebabnya, anda bisa membacanya di bagian bawah. Yang lucunya lagi, orang-orang yang sudah dianggap bisa berfikiran matang karena memiliki tingkat pendidikan yang tinggi sekalipun masih ikut-ikutan terpengaruh dengan hal-hal semacam ini. Mengapa? Apakah akalnya lumpuh? Tidak, ini kepercayaan. Dan kepercayaan itu letaknya di bawah sadar manusia. Kekuatannya 90% lebih kuat daripada kekuatan sadar kita. Kekuatan sadar kita adalah apa yang kita ketahui. Sebagaimana yang saya katakan pada  postingan sebelumnya.

Sekali lagi, dalam sudut pandang hypnotism, kepercayaan itu terletak di bawah sadar kita, sementara pengetahuan itu terletak di atas sadar kita***fikiran sadar maksudnya. Contoh lainnya: Perokok, perokok itu sebenarnya mengetahui kalo merokok itu menyebabkan impotensi, gangguan jantung, gangguan kehamilan, dan merusak mata***mata pencaharian. Karena pengetahuan ini hanya bergentayangan di fikiran sadarnya, maka dia tidak bisa mengubah tingkah lakunya untuk dapat berhenti merokok(meskipun dia tahu kalo itu sangat merugikan). Nah tugas therapist yang menggunakan yang menggunakan hypnosis sebagai media untuk menghentikan kecanduan rokok ini adalah memindahkan informasi yang pada awalnya hanya sebatas pengetahuan saja(fikiran sadar) menjadi kepercayaan(fikiran bawah sadar).

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan sebuah informasi itu bisa tertanam di bawah sadar kita:

1)pengulangan, saya kira ini cara klasik. informasi itu karena sering didengar berulang-ulang maka dia menjadi kepercayaan.

2)identifikasi kelompok. Karena kita tumbuh dan besar di sebuah kelompok yang mempercayai suatu hal, maka kitapun ikut percaya dengan sesuatu itu.

3)informasi itu disampaikan oleh figur yang memiliki kompeten. Misalnya kita lebih mempercayai apa yang disampaikan oleh mahasiswa ketimbang mempercayai tukang becak jika hal ini berkaitan dengan akademik.

4)emosi, kalau suasana lagi menyenangkan informasi itu bisa langsung masuk ke fikiran bawah sadar. tapi kalo ga mud, biasanya tertolak.

5)kondisi alfa, nah inilah yang dipergunakan oleh ahli hypnotis. Yaitu menurunkan gelombang otak seseorang sehingga mencapai level alfa atau bahkan theta. dalam kondisi demikian informasi lebih mudah menjadi kepercayaan…

Artikel terkait: