Cara Meminta Barang Milik KIta Yang Dipinjam Orang Lain Tanpa Dibantah

Posted on August 8, 2012

4


Image

 Untuk buku, kadang ada istilah yang sering kita dengar dari teman-teman mahasiswa, “sebodoh-bodohnya orang meminjamkan buku, lebih bodoh lagi orang yang meminjam buku lalu mengembalikannya. Ini penyakit. Terkadang kita sebagai pemilik barang merasa tidak enak hati ketika kita menginginkan barang kita kembali lalu kita harus menagihnya. Mungkin ini tidak hanya berlaku sebagai budaya timur tapi juga di baratpun demikian. Bahkan buku-buku yang saya baca untuk menjadi referensi untuk notes ini di tulis oleh David J. Leiberman,Ph.D, ***sedikit pamer***ditulis oleh orang barat. Ini menunjukkan bahwa yang demikian itupun berlaku, namun masih jauh lebih parah yang terjadi di sekeliling kita.

Cara paling sederhana untuk memintanya adalah memintanya dengan berterus terang. Katakan sejujurnya bahwa anda benar-benar membutuhkan barang itu.

Cara selanjutnya adalah dengan cara memancing egonya. Karena setiap orang tidak ingin citranya buruk maka inilah yang harus dilakukan:

  1. Bentuk konsep dirinya sebelumnya. Apakah sebelum anda meminjamkan barang anda atau beberapa hari sebelum anda memintanya. Katakan padanya bahwa anda mengenalnya sebagai orang baik. Pujilah ia sebagai sosok yang penuh tanggung jawab dan tidak ingkar janji. Dengan demikian ia akan membentuk konsep dirinya sebagai seorang yang jujur dan bertanggung jawab dan tidak pernah ingkar janji. Jadinya adalah saat anda meminta barang anda kembali maka dia akan mengevaluasi dirinya terhadap perkataan yang pernah anda katakan sebelumnya. Sip dia pasti akan tetap menjaga dirinya sebagai orang yang tidak ingkar janji…
  2. Gunakan orang ketiga. Sentuh rasa gengsinya. Katakan padanya bahwa orang lain berkata buruk tentang dirinya.  Katakan padanya bahwa orang lain menilainya sebagai orang yang selalu ingkar janji ketika meminjamkan barang kepadanya. Tapi berilah penegasan bahwa apa yang dikatakan orang lain itu tidaklah benar sehingga anda berani meminjamkan barang kepadanya. Rasa gengsinya pasti akan muncul dan dia akan sekuat tenaga untuk membutktikan bahwa apa yang dikatakan orang lain itu tidak benar….hehe. Cara ini sebenarnya adalah cara yang memaksa mindsetnya untuk berfikir bahwa orang lain membicarakan tentang hal-hal yang buruk kepadanya. Dia pasti akan menyelamatkan mukanya.
  3. Jika cara ini tidak berhasil, gunakan cara yang lebih keras. Katakan padanya bahwa anda akan menceritakan tingkah buruknya, bahwa dia adalah orang yang suka ingkar janjinya kepada semua orang……..ini cara yang mengancam…kejam…mengerikkan.
  4. Berdo’a…kalo juga belum berhasil, ikhlaskan saja***dapat pahala insyaallah…

Semoga sukses…

Artikel terkait: