Memanipulasi Fikiran Orang Dengan Teori Perbandingan Massa

Posted on July 28, 2012

8


Jika seseorang selalu mengejek dan menjatuhkan anda tentang kemampuan anda, baik karena iri hati atau karena mereka sekadar ingin menguji anda maka gunakanlah teori perbandingan massa untuk membungkam mulutnya. Perbandingan massa adalah sebuah permainan psikologi yang memperbandingkan kepercayaan seseorang dengan keyakinan yang jauh lebih besar darinya. Misalnya anda seseorang menghina hasil karya anda dengan mengatakn itu sampah. Sampah itu adalah keyakinannya(hal yang diyakini untuk menjatuhkan anda). Nah, yang  seperti itu perbandingannya adalah saat SEMUA ORANG meyakini bahwa karya anda adalah TERBAIK( bukan sampah)

Ah, pasti anda ga ngerti kan. Silahkan simak apa yang dituliskan oleh Deddy Corbuzier dalam bukunya:

Sebagai seorang entertainer, banyak sekali kritikan pedas yang saya terima. Itu semua mungkin ditujukan dengan maksud baik yang harus diterima. Namun, sebagian yang masuk merupakan kritikan negatif yang mungkin sengaja dikeluarkan untuk menjatuhkan mental saya. Bila saya mendapatkan kritikan sebagai jembatan guna terus memperbaiki diri, saya akan menerimanya dengan hati lapang. Tapi, bila tujuannya sekadar untuk menjatuhkan mental saya, saya akan membalikkan kritikan atau ejekan tersebut dengan teori saya “Perbandingan Massa”.

Nah, ngerti kan. Uda mulai ngerti maksudnya. Lanjutkan!

Untuk memperjelas maksud saya, mari kita simak contoh berikut ini. Pernah sekali waktu saya mendengar seorang kawan berkata, “Saya rasa semua permainanmu itu palsu dan bohong. Saya rasa kamu hanya pandai menipu dan saya tidak akan percaya pada satu pun permainanmu!” Mendengar hal itu, saya berkata, “Saya memang tidak mungkin membuat kamu percaya, itu hakmu. Seperti banyak terjadi di dunia ini, apakah semua orang percaya kalau Tuhan itu ada? Kan masih ada saja orang yang tidak percaya. Dan, jelas kita tidak mampu berbuat apa pun soal itu, kan?” Lihat apa yang terjadi di sini? Secara tidak langsung saya memberinya jawaban bilamana ia tidak percaya, itu adalah haknya. Hal ini saya samakan dengan orang-orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Apa lagi yang bisa ia katakan? Tidak ada. Ia hanya diam.

Perbandingan antara orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan ini lah yang saya sebut dengan Perbandingan Massa! Dan, seperti biasa, jenis katanya dapat kita ubah sesuai kehendak kita. Misalnya, “Tidak masalah kalau kamu tidak percaya pada saya. Bukankah saat ini masih banyak orang yang tidak kunjung percaya bahwa manusia sudah bisa pergi ke bulan? Coba kamu bertanya pada orang-orang di rumah sakit jiwa. Pasti mereka juga tidak percaya kalau sekarang manusia sudah bisa pergi ke bulan!” Terdengar kasar? Mungkin…. Tapi, begitu lah cara menghentikan omongan yang menjatuhkan kita!

Nah kan? uda mulai get it…lanjutkan!

Saya memiliki seorang kawan yang adalah seorang penyanyi kondang. Suatu waktu ia diejek oleh temannya yang memang tidak pernah menyukainya. Si teman mengatakan, “Saya rasa suaramu sebenarnya jelek sekali! Sama seperti kaleng pecah!” Kawan saya itu dengan tenang menjawab dengan metode Perbandingan Massa, “Wah mungkin juga, sih, suara saya seperti kaleng pecah. Untung saja para penggemar saya yang jumlahnya jutaan tidak menyadari hal itu, ya!” “Para penggemar saya yang jumlahnya jutaan” merupakan Perbandingan Massa. Kalimat ini secara tidak langsung menaruh si pengkritik pada posisi terkucil. Ia dibandingkan dengan jumlah yang jauh lebih besar.

Untuk menggunakan teori ini, Anda harus mengingat satu hal, yaitu bahwa Anda memang tidak patut mendapatkan kritikan itu! Anda harus yakin bahwa Anda adalah orang yang cukup berhasil di bidang yang orang itu kritik, seperti kawan penyanyi saya tersebut. Ia dapat membalas kritikan itu karena sadar ia memang mempunyai banyak penggemar sehingga perbandingan massa dapat digunakan! Tapi, bila

Anda memang tidak kompeten di dalam hal itu, saya rasa kritikan pedas—bagaimanapun—memang pantas untuk Anda, bukan? Oleh karena itu, adalah perlu bagi kita untuk memahami kekuatan diri sendiri terlebih dahulu sebelum berkata-kata atau membela diri di hadapan orang.

Contoh laennnya:

“Kamu sebenarnya tidak pantas menerima kenaikan jabatan.” Bila demikian kasusnya, jawablah, “Wah, untung sekali para atasan saya yang cerdas itu tidak berpikiran dangkal seperti kamu, ya?”

Kembali “atasan-atasan saya” adalah Perbandingan Massa yang memposisikan individu tersebut berdampingan dengan sejumlah orang yang berpendapat lain dengannya.

tiding, tiding…saya kira cukup apa yang dipaparkan oleh Deddy kan? Serius, teori ini berulang kali saya terapkan untuk membungkam “musuh-musuh” saya. Ingat, musuh di sini pake  tanda petik, kita ga boleh saling bermusuhan. Kita harus saling mencintai***cie. Dan hasilnya sangat dahsyat.

jika anda menyukai artikel ini, beri tanda like atau beri komentar yang positif