BAGAIMANA MEMBANGUN KESAN PERTAMA YANG MENAKJUBKAN

Posted on July 18, 2012

2


Seandainya Tuhan menakdirkan anda menjadi seekor  anjing, maka saya menyarankan kepada anda agar setiap kali bertemu dengan tuan anda, maka ekor anda harus digerak-gerakkan. Sumpah, ini rumus sederhana sehingga anda dicintai oleh tuan anda. Tetapi nyatanya anda ditakdirkan menjadi manusia(buktinya nda membaca notes ini, anjing ga bisa membaca loh), maka yang harus anda lakukan adalah tersenyumlah. Tersenyumlah kepada siapapun setiap kali anda bertemu dengan mereka. Senyum anda akan memiliki empat makna penting bagi anda dan dengannya anda dinilai baik oleh orang lain: kepercayaan diri, kebahagiaan, antusiasme dan penerimaan.

Nah itulah sebabnya anda yang memiliki binatang, anda akan sangat sayang dengan binatang anda setiap kali anda bertemu dengannya dan binatang itu menunjukkan salah satu di antara sikap di atas, terutama sikap penerimaannya.

Karena di notes ini kita berbicara tentang kesan pertama, maka tersenyumlah rumusnya. Mengapa kesan pertama menjadi titik kuat untuk membangun sebuah hubungan, apakah tidak berarti kesan ke dua, ke tiga dan kesan-kesan selanjutnya? Yah, kesan selanjutnya tetap lebih penting. Tapi perhatikanlah bagaimana yang pernah dilakukan oleh Horald Kelley(1950) terhadap mahasiswa.

  • Orang sinis, rajin, kritis, praktis dan teguh pendirian.
  • Orang ramah, rajin, kritis, praktis dan teguh pendirian.

Dua daftar di atas menunjukkan keadaan dosen tamu yang akan mengajar di kelas. Maka hasilnya mahasiswa lebih memiliki kesan yang baik terhadap daftar nomor dua di atas ketimbang daftar pertama meskipun daftar yang pertama dan kedua itu identik. Yang membedakannya hanyalah apakah ia sinis atau ramah di awalnya.

Jadi? Buatlah kesan pertama sebaik mungkin dengan senyuman termanis anda…untuk selanjutnya rasakanlah manfaatnya yang lebih besar…

 

-Lalu? Setelah anda tersenyum, gunakanlah kata-kata yang positif dan menentramkan jiwa yang anda ajak bicara. Berkomentar positiflah tentang tempat dimana anda berada sekarang, atau memuji gaya rambut atau cara berpakaian lawan bicara anda. Pokoknya berkomentarlah yang manis-manis saja. Kata-kata positif anda menujukkan/mempengaruhi kondisi fikiran anda. Fikiran positif anda akan memancar dan mengenai lawan bicara anda sehingga anda tampak lebih mengesankan, tampak lebih baik, berwibawa dan dapat dipercaya.

 

 

 

P