Induksi dan Deduksi Bawah Sadar(seni mempengaruhi fikiran orang lain part III)

Posted on July 12, 2012

5


Induksi dan Deduksi Bawah Sadar(seni mempengaruhi fikiran orang lain part III)

Dalam Linguistic Deception, kita juga dapat belajar memengaruhi orang lain dengan memberi masukan bawah sadar. Masukan itu sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu induksi dan deduksi. Deduksi. Dalam pendekatan deduksi, kita akan memberitahu lawan bicara kita tentang apa yang kita inginkan dari mereka secara langsung Mengarahkan, meminta, atau memaksa secara langsung sebelum memberikan penjelasan kepada lawan bicara kita. Pendekatan ini bisa saya sederhanakan sebagai: Meminta/memerintah baru memberi alasan mengapa mereka harus melakukan hal itu. Perhatikan contoh berikut:

Perintah: “Anda harus membeli telepon genggam merek Hitachi karena….”
Alasan: “Telepon genggam merek itu mempunyai fungsi yang luar biasa dan desainnya sangat futuristik, sesuai sekali untuk kalangan muda seperti Anda!” Atau,
Permintaan: “Dapatkah saya menjadi kekasihmu?”
Alasan: “Karena, sejak dulu saya telah memerhatikan dan menyayangimu….” Jadi, di sini Anda dapat melihat bahwa kita mengajukan permintaan atau perintah terlebih dahulu, sebelum kita memberikan alasan pada lawan bicara kita. Sementara itu, induksi bekerja sebaliknya. Dalam pendekatan ini, kita
memberikan alasan lebih dulu sebelum meminta sesuatu dari lawan bicara kita. Dalam beberapa hal, pendekatan deduksi jauh lebih efektif dibandingkan induksi. Itu karena kita memberikan inti persoalan terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan. Dengan demikian, lawan bicara kita dapat dengan mudah dan jelas menangkap maksud dan keinginan kita secara gamblang. Sementara itu, dalam pendekatan induksi, lawan bicara kita tidak tahu apa yang kita inginkan sampai akhir pembicaraan tiba. Dalam pendekatan ini, lawan bicara kita dimungkinkan salah paham akan maksud atau keinginan kita.
Mari kita simak contoh pendekatan induksi di bahwa ini:
Alasan: “Saya menyayangimu, menyukaimu. Dan, dari dulu saya sudah tertarik padamu. Bolehkah
saya menjadi kekasihmu?”
Alasan: “Telepon genggam merek Hitachi itu bagus sekali. Fungsinya, penampilannya, dan bahkan harganya pun sangat terjangkau. Lebih baik Anda membeli telepon itu daripada mereka yang lain!”
Namun, seperti seni-seni lainnya, cara ini begitu fleksibelnya sehingga Anda harus mampu melihat lawan bicara Anda sebelum dapat memilih metode pendekatan mana yang tepat untuk digunakan. Misalnya, andaikan lawan bicara kita bersifat agak menantang atau kurang percaya pada hal yang akan kita tunjukkan. Maka, dalam hal ini pendekatan induksi akan jauh lebih berguna. Setidaknya dalam pendekatan ini mereka dapat mendengar argumen kita sebelum masuk pada intinya dan kita dapat dengan mudah membangun kepercayaan pada diri lawan bicara kita. Percaya atau tidak, biasanya anak-anak sangadah pandai menggunakan hal ini tanpa disadari oleh orangtua mereka. Mari kita simak contoh berikut ini:
Deduksi
Permintaan: Ma, saya ingin punya sepeda!
Orangtua mungkin terkejut. Dan, sebelum si anak
sempat menerangkan apa-apa, orangtua mungkin langsung menolak permitaan itu.
Alasan: “Ah, untuk apa beli sepeda? Kamu belum memerlukannya. Kan, masih banyak yang harus
dibeli. Lebih baik beli buku saja.”
Hal ini terjadi karena si anak secara tidak sengaja bersifat menantang terhadap ada orangtuanya.
Induksi
Alasan: “Ma, Andi setiap pulang sekolah selalu jalan kaki.
Andi lelah sekali….”
Permintaan: “Boleh tidak Andi minta dibelikan sepeda
supaya Andi bisa lebih cepat pulang dan tidak kelelahan?
Boleh, ya, Ma?”
Di sini lawan bicara mendengarkan penjelasan terlebih dahulu yang dibuat sedemikian rupa agar ia memercayai poin akhir pembicaraan. Dengan demikian, lawan bicara kita tidak mampu langsung menolak. Dari contoh di atas terlihat jelas bahwa pendekatan induksi sangat baik untuk membujuk
secara bawah sadar. Sementara itu, pendekatan deduksi baik digunakan untuk menunjukkan wibawa sang pembicara. Misalnya, pada saat pidato, seminar, dan sebagainya. Akan tetapi, tetaplah perhatikan baik-baik sikap lawan bicara kita terlebih dahulu.

Advertisements