Suara-Suara Yang Mengapung

Posted on July 7, 2012

0


Suara-Suara Yang Mengapung

Agus Kindi pada 13 April 2012 pukul 10:24 ·

 

karena bumi memahami

bagaimana meronce tangis pada malam

berkabut ketika matamu menjadi sepertiga

: waktu yang lelap

 

aku yang mulai pecah membaca gelisah

yang tiba tanpa kata-kata

malam ketika mimpimu menjadi tebaran

bunga: kesepian makin kudus

bukalah pintu pendengaranmu:

 

di udara suara mengaji melintasi kesepian bumi

bumi yang pernah memberimu sepotong

cermin untuk berkaca: ruang batas khayal dan gelisah

 

suara-suara mengaji, ada suara ibumu

yang serak dan suara akhir yang kau ingat

ingat untuk memanggil semua bayangan tercinta

yang lindap di balik malam sejarah

 

ada yang bertanya: sudah cukupkah perjalananmu kelana?

kapan kukibarkan kabar kepergian

kabut di luar makin menebal, merajut jala

bagi yang akan kembali

 

aku memeluk lutut, lutut yang mengenal waktu

suara yang mengapung di antara dingin embun dan udara

suara siapa bertanya bergema pada labirin telinga?

telinga yang masih mengabadikan kenangan

dan masa lalumu

 

lalu tubuh siapa yang esok berlonceng

dan dikumandangkan lewat pengeras suara itu?

April 2012

Posted in: Puisi