Setiap Negeri Mengikuti Rukyatnya Masing-Masing

Posted on July 6, 2012

0


Setiap Negeri Mengikuti Rukyatnya Masing-Masing

Sebagian Ulama di masa lalu beranggaoan bahwa adanya rukyat hila Ramadhan di suatu daerah , haru diikuti dengan puasa oleh penduduk di daerah-daerah lainnya. Karena, kata mereka, perintah Nabi Saw tentang rukyat tertuju kepada setiap orang Muslim.

Namun dengan makin bertambahnya luas daerah-daerah yang dihuni oleh kaum Muslimin, dan makin bertambahnya jumlah negeri-negeri mereka, banyak pula tokoh-tokoh atau ulama, di antaranya sebagian dari kalangan Mazhab Hanafi dan Syafii, menyatakan bahwa setiap negeri mengikuti hasil rukyat di negerinya masing-masing. Adanya rukyat di suatu negeri Muslim, tidak wajib diikuti oleh negera-negera lainnya.

Dalam hal ini, mereka berpedoman kepada sebuah riwayat dari Kuraib, katanya:

” saya pernah berada di syam, ketika hilal Ramadhan tampak pada malam jum’at. Kemudia pada akhir bulan tersebut saya kembali ke kota Madinah. Abdullah bin Abbas bertanya kepada saya, ‘bilakah kau melihat hilal?’

“Pada malam jum’at,” Jawab saya

“Anda sendiri melihatnya? Tanyanya lagi.

“Ya, saya dan banyak orang lain. Mereka berpuasa sejak itu, begitu pula Mu’awiyah.”

Akan tetapi, kami di sini baru melihat hilal pada hari Sabtu. Karenanya, kami akan terus berpuasa sehingga lengkap tigapuluh hari, kecuali apabila kami melihatnya(Yakni hilal syawal) sebelum itu.”

“Tidakkah rukyat Mu’awiyah dan puasanya cukup bagi anda untuk diikuti?”

“Tidak! Begitulah Rasulullah Saw memerintahkan kepada kami.”(Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Tirmidzi seraya mengatakan bahwa begitulah yang dipraktikkan oleh ahli ilmu)

Posted in: Fiqh, Hikmah, Islam