Dialog Kebenaran 1

Posted on July 6, 2012

0


Dialog Kebenaran 1

Hadis Rasulullah saw yang menganjurkan umatnya agar beragama atas dasar pengetahuan. Antara lain Hadits yang berbunyi, “Jadilah kalian orang yang berilmu atau yang sedang menuntut ilmu, dan jangan menjadi orang yang ikut-ikutan.” (Kitab an-Nihayah Ibnu Atsir, jilid I hal. 67)

Imam Ali as berkata, “Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikutnya.”

Rasulullah saw , “Barangsiapa beramal tanpa ilmu maka apa yang dirusaknya jauh lebih banyak dibandingkan yang diperbaikinya.”

PERKENALAN;
Saya seorang pencari Tuhan dan telah berkeliling nusantara untuk berdialog dengan siapapun untuk mencari tahu keberadaan Tuhan. Dan sampai saat ini belum ada yang mampu meyakinkan saya tentang keberadaan Tuhan yang selalu diperbincangkan oleh agama-agama.

Banyak kebenaran yang kita anggap ada tapi sebenarnya kosong. Contoh cahaya ada tapi kosong karena ada faktor keterbatasan panca indra kita.

TEORI BIG BANG (Teori ledakan besar)

Teori Big Bang diungkapkan oleh Aristoteles dan Socrates.
Argumen mereka adalah;
Pertama ; Alam semesta ini terjadi dari tidak ada kemudian ada dengan sendirinya.
Kedua : Ada suatu jauhar (sel) inti yang merupakan sumber dari segala sesuatu yang terdapat di alam semesta yang molek ini.

Kemudian diperkuat oleh Teori Gamow (1952);
Yang berkesimpulan bahwa galaksi-galaksi di seluruh jagad-raya yang cacahnya kira-kira 100 milyar ini pada mulanya menyatu, sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Materi yang sekian banyak itu berupa gumpalan yang disebut Atom (terdiri dari elektron dan proton yang telah menyatu karena tak ada gaya tolak listrik akibat Neotron lebih dominan). Gumpalan ini berada dalam ruang alam dan tanpa diketahui sebab musababnya meledak dengan sangat dahsyat sehingga terhamburlah materi itu ke seluruh ruang jagad-raya; peristiwa inilah yang kemudian terkenal sebagai “dentuman besar” (Teori Big Bang).

Jadi konsep dentuman besar terpaksa dikoreksi yaitu bahwa keberadaan alam semesta ini diawali oleh ledakan maha dahsyat ketika tercipta ruang-waktu dan energi yang keluar dari singularitas dengan suhu yang tak terkirakan tingginya.

Para Pakar berpendapat bahwa alam semesta tercipta dari ketiadaan sebagai goncangan vakum yang membuatnya mengandung energi yang sangat tinggi dalam singularitas yang tekanannya menjadi negatif. Vakum yang mempunyai kandungan energi yang luar biasa besarnya serta tekanan gravitasi yang negatif ini menimbulkan suatu dorongan eksplosif keluar dari singularitas.

Menurut perhitungan para ahli, alam semesta mempunyai 10 dimensi; yaitu 4 buah dimensi ruang-waktu yang kita hayati, dan 6 lainnya yang tidak kita sadari. Dimensi yang kita hayati adalah dimensi yang, katakan saja, “terbentang” dan mengejawantah sebagai ruang-waktu. Kalau semua yang telah dirintis secara matematis ini mendapatkan pembenaran dari eksprimen atau observasi di alam luas, maka ada kemungkinan bahwa alam yang kita huni ini mempunyai kembaran (shadow world) yang sebenarnya berada di sekeliling kita, tapi tak dapat kita lihat; ia hanya dapat kita hubungi lewat medan gaya gravitasi sedangkan hukum alamnya tidak perlu sama dengan yang berlaku di dunia ini.

BANTAHAN TEORI ARISTOTELES dan SOCRATES;
Marilah kita mengupas persoalan ini dengan menguraikan teori di atas satu persatu;

TEORI PERTAMA;
Alam semesta ini terjadi dari tidak ada kemudian ada dengan sendirinya.

Teori pertama jelas keliru dan salah jika ditilik secara sepintas dari asas atau pokoknya,
Ingatlah bahwa;
1. Suatu pengaruh (musabbab) pasti erat hubungannya dengan sebabnya, Apakah kiranya patut dalam gambaran akal pikiran kita, bahwa ada sesuatu pengaruh, tanpa ada sebab yang mempengaruhinya. Contohnya (Sakit; pusing)
2. Adanya suatu konklusi pasti erat pula hubungannya dengan premis atau landasan pemikirannya. Patutkah ada suatu hasil tanpa permulaan atau ada konklusi tanpa ada premis? Jadi timbulnya alam semesta dari tidak ada sama artinya dengan mengatakan adanya pengaruh tanpa sebab atau adanya hasil tanpa ada permulaan atau adanya konklusi tanpa ada premis. Jadi seolah-olah alam semesta ini ada sendiri dan muncul, lepas sama sekali dari adanya sebab, seperti pembuat.

Renungkanlah! Andai kata kita mengatakan bahwa alam semesta ini ada dengan sendirinya terlepas sama sekali dari sebab-sebabnya, maka ucapan semacam ini sama saja dengan mengatakan bahwa ketiadaan itulah yang merupakan sebab keberadaannya.

Inilah yang dimaksud oleh ayat Alquran yang berbunyi, “Merekakah yang diciptakan dari tiadanya sesuatu, ataukah mereka sendiri yang menciptakan? Atau merekalah yang menciptakan langit dan bumi? (Tidak), melainkan mereka tidak yakin dalam kepercayaannya.” (Q.S. Ath-Thur:35-36)

Maksudnya;
Apakah orang-orang itu diciptakan tanpa ada penciptanya? Artinya apakah mereka itu sendiri yang menciptakan diri mereka sendiri, sehingga tidak membutuhkan pihak lain yang menciptakan mereka? Hal ini jelas mustahil, tidak mungkin atau tidak masuk sama sekali dalam akal pikiran yang sehat. (Analogi; Kita tercipta dari Ibu dan Bapak—-Ibu Bapak tercipta dari kakek dan nenek ——————Adam dan Hawa)

TEORI KEDUA;
Ada suatu jauhar (sel) inti yang merupakan sumber dari segala sesuatu yang terdapat di alam semesta yang molek ini.

Selanjutnya mari kita tinjau teori kedua; Teori ini lebih tersesat dan lebih keliru lagi jika di bandingkan dengan yang pertama, sebab;
1. Jauhar (sel) tidak mungkin dapat menimbulkan susunan yang serapi ini, sebagaimana yang kita saksikan. Tidak pula dapat muncul kekuatan dan keindahan sebagaimana yang kita lihat. Coba bayangkan, apakah benda inti atau sel yang bagaimana pun juga keadaannya dapat menciptakan atau membedakan ciptaannya antara jenis lelaki dan perempuan, jantan dan betina, juga dapat mempertautkan antara kedua jenis itu dengan rukun seindah ini?
2. Apakah patut sel itu yang membuat bumi ini dengan segala sesuatu yang ada di situ, baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda padat?
3. Apakah sel itu dapat menggantungkan bumi kita ini di cakrawala, juga menjalankannya mengelilingi sumbunya yang sama sekali tidak pernah menggeser dari jalannya sekali pun hanya sekedar sehelai rambut, padahal sudah berjalan berjuta-juta tahun lamanya?
4. Apakah sel itu pula menggerakkan jalannya bintang-bintang dan planet-planet yang sedemikian besar dan banyak dan perjalanannya sangat cepat, benar-benar mengherankan, tanpa pernah tabrakan sama sekali antara satu dengan yang lain?
5. Patutkah kiranya dalam akal pikiran kita sel dapat mewujudkan atau membuat unsur-unsur lain yang merupakan sumber alam semesta?
6. Patutkah sel itu yang mengatur demikian rapi dan cermat seluruh yang ada di jagat raya ini, menetap sampai suatu masa yang dikehendaki oleh Allah Taala dan masih sanggup menetap untuk selama-lamanya jika Allah Taala menghendakinya pula?

Coba renungkan!
Patutkah semua yang tersebut di atas itu terjadi sendiri? Sebenarnya, spesifik, hal ihwal dan bentuk benda atom yang amat kecil sekalipun sudah sangat membingungkan akal pikiran dan menakjubkan para ilmuwan, karena memiliki susunan yang demikian rapi dan indah. Pendek kata susunannya sangat ajaib, bahkan hubungan yang terjadi antara bagian yang satu dengan bagian lainnya benar-benar membuat setiap orang yang menyaksikannya terpesona. Coba bayangkan hal itu! Apakah layak adanya susunan, rangkaian dan hubungan itu berlaku dengan kekuasaan sel sebagai benda mati?

Bersambung….

Oleh; Marthen Luther Sesa, SE