Pagi Siang Malam

Posted on July 3, 2012

0


Memetik pelajaran dari daun-daun:

Hidup tumbuh berguguran bersama waktu,

matahari dan rindu dari lautan tinta aku menulis berkah manfaat dan mudarat saling bercumbu menempa parang cinta menggosok batu permata(Mathori A Elwa)

Mengukur kualitas hidup anda tidaklah sulit. Cukuplah anda bertanya pada setiap detik pertama bangun tidur. Apa yang hendak anda lakukan untuk kehidupan setelah dari kematian malam ini?

Pagi dengan gairah menulis akan membuat hidup ini lebih bermakna. Sejumah berkah selalu hadir. Ada sejumlah kebaikan untuk menulis mengeluarkan gagasan baru dengan cara tenang. Intuisi yang ada mungkin kecil, tetapi sangat menghanyutkan. Nalar-nalar baru yang hadir seringkali menarik diri kita pada penemuan baru.

Jangan lewati pagi dengan percakapan atau kegiatan lain. Menulis, lalu berolahraga, membaca lalu bekerja hal lain, merakit kata menyusun kalimat, menjelmakan paragraph-paragraf yang brilian. Kala siang, anda gunakan untuk bekerja demi memncari uang di kantor, dan jangan sesali pekerjaan itu. Pekerjaan di luar menulis menjadi bagian kehidupan anda yang lumrah. Kerja kantoran, freelance, buruh ataupn jenis pekerjaan lain, akan tetap bermanfaat bagi seorang penulis. Tidak bisa anda menolak kenyataan alami. Ya, takdir anda bekerja di luar penulisan karena fikiran anda memang belum kuat menakdirkan diri sebagai penulis tulen yang berani mendedikasikan hidup sebagai penulis tanpa harus bekerja di luar urusan tulis-menulis. Jadikan keseharianmu sebagai ruh kreasi saat menulis di malam atau pagi hari sebelum berangkat kerja. Bisa pula anda ciptakan waktu efektif pada siang hari untuk menyerap pengalaman batin dari pekerjaan yang anda lakukan.

Saat sibuk mendera, fikiran sebaiknya dijadikan pemulung yang tekun memunguti ide-ide berserak yang muncul spintas dari ruang kerja, rapat, diskusi, melayani orang lain. Bahkan situasi-situasi menakjubkan sering muncul manakala anda berada dalam kemacetan kendaraan. Dunia begitu luas. Ide begitu subur menghampar di setiap tempat. Anda tinggal mengambil dengan cara yang paling khidmat menuangkan pengalaman hidup yang anda alami.

Pada malam, suasana begitu tenang. Sepi memberi hikmah bahwa kesendirian adalah teman kerja yang paling intim. Kata-kata tumbuh subur dalam kesunyian malam, Seperti percintaan, penulis dan kata-kata selalu ingin berdua saja. Semua orang butuh sepi, butuh menyendiri, untuk bicara dengan melahirkan kata-kata yang tertulis, sedang mereka yang bukan penulis berbicara dan tertawa dengan lisannya sendirian “seperti orang waras”. Pelan, tenang terus bergerak…..

Tenangkan situasimu saat menulis sebab itu akan menjadi proses menulis lebih pelan. Percayalah, hasilnya lebih baik dan akan terasa nyaman saat editing nanti. Selagi anda tetap berjalan, selambat apa pun tidak masalah sebab kelambanan juga akan membosankan dan anda akan terdorong mempercepat. Itu alamiah.

Kecepatan dalam menulis memiliki satu keunggulan, yakni membuat target dari bingkai penulisan cepat terwujud. Tetapi biasanya terdapat dua kelemahan, sistematika yang awut-awutan dan frustasi manakala pikiran tidak berkembang.

Pelan cepat tidak usah dijadikan masalah, sebab konsistensi itulah yang paling menentukan untuk menghasilkan tulisan dari awal hingga akhir. Kalau tidak bisa menulis cepat, cobalah menulis dengan cara rileks. Paragraf per paragraph dikontrol sedini mungkin.

Sambil menulis, anda bisa menikmati esteteika berbahasa. Ide yang ditangkap secara tenang yang ditulis secara santai juga akan menghasilkan tulisan yang enak dibaca…

By Faiz Manshur: Genius Menulis, Penerang Batin Para Penulis

Posted in: Hadharah, Hikmah, Islam