Perpisahan

Posted on June 19, 2012

1


O, betapa haruskah

Kulalui malam ini pada lembah

Yang tiada padanya Idzkhir

Dan tiada pula Jalil

(Bilal bin Rabah)

Perpisahan memang menyakitkan. Tetapi niscaya. Dan kadang-kadang berakhir dengan indah. Pada beberapa hal, keindahan itu juga niscaya. Seperti perpisahan seorang muslim dengan dunia. Ia menuju surga. Seperti perpisahan para petaubat dengan ma’siatnya. Ia menghapus dosa. Seperti perpisahan seorang pengikrar syahadat dengan jahilliyah, ia membangun sebuah kehidupan baru.

Kita kembali mengikrarkan syahadat setelah lama terlalaikan , kita sedang melakukan reuni fitrah. Reuni yang juga bermakna salam perpisahan kepada ‘yang bukan fitrah’. Karena yang bukan fitrah kadang datang menggusur fitrah dan kedudukan semestinya dalam diri kita.

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Maka orang tuanyalah yang menyahudikannya, atau menasranikannya atau memajusikannya.(muttafaqun alaih)

Katakan, “wadaan..selamat tinggal dunia kelam. Wadaan..selamat tinggal belenggu muram..” Perpisahan. Inilah titik perpisahan. Dan di balik perpisahan itu, ada makna-makna yang mungkin kita bisa telaah. Tentu untuk memperteguh syahadat kita.

Allah meneguhkan orang yang berima dengan ucapan yang kukuh itu di kehidupan dunia dan akhirat..” (Ibrahim:27)

Posted in: Hadharah