Semangat menulis

Posted on June 16, 2012

0


Semangat menulis

Muqaddimah

oleh Jie Wahyu pada 16 Juni 2012 pukul 11:55 ·

Kuyakin ada yang mengetuk hatimu sehngga kamu ingin menulis. Suatu saat hatimu gelisah karena knyataan yang terjal, gemuruh angin menerpa tubuh dan bisikan setan terus berupaya menghentikan langkahmu.

Hidup tak cukup bekal kemampuan memahami kenyataan, melainkan butuh kesadaran untuk mengolah kenyataan yang kita alami menjadi sebuah kenyataan yang lain yang kita inginkan. Aku tahu kamu gelisah dalam rentan waktu yang panjang. Itulah kemudian. Pasti ada yang membuatmu tak nyaman dengan situasi hidup ini, sehingga kamu merasa butuh menulis.

Menulis, jelas bukan kebenaran mutlak, tetapi paling tidak kamu bisa membuka tabir gelap kehidupan manusia yang tidak manusiawi.

Menulis bukanlah terminal akhir, satu-satunya impian kehidupanmu. tetapi dengan menulis, kamu bisa menikmati banyak impian yang tercapai atau hancur di masa penuh ketegangan ini.

Katakan dengan sumpah batinmu, bahwa cara kamu memang mencintai jalan ini. cinta. Cinta yang membutuhkan pengorbanan untuk memahami secara rinci, menenali karakter dan butuh tanggung jawab untuk saling setia, sehingga semuanya kita butuh belajar.

Hanya dengan totalitas itulah kamu menjadi penulis. Katakan:

Aku dan naskahku adalah dua senyawa kimiawi, pertautan keduanya menggerakkan transformasi.

(Muqaddimah Faiz Manshur)

Posted in: Hadharah