Sebentuk Lautan

Posted on June 16, 2012

0


Dalam serpih-serpih cahaya

dan gerak-gerik halus benda-benda

tersimpan rahasia, mengapa kita ini ada

-Andrea hirata-

Alkisah!

…Sebuah gelombang kecil asyik bermain enjot-enjotan di tengah lautan. Ia naik turun. Ia maju mudur. Ia berputar dan bergulung-gulung. Ia berayun-ayun. Ia begitu bahagia, seolah segalanya takkan berakhir. Dengan riang ia menikmati angin sejuk dan udara basah yang bertiup lembut. Begitu sepoi-sepoi.

Begitulah sampai suatu saat dalam jarak yang tak lagi jauh dari pantai, ia menyaksikan gelombang-gelombang lainnya di depannya pecah, terhempas berhamburan begitu menyetuh daratan. Pada akhirnya, semua hancur berantakan. Tak berwujud lagi. Tanpa bekas. tak berjejak.

“Oh Tuhan,” ujarnya bergidik, “Alangkah mengerikannya.” Ia memandang dirinya. Ia memang merasa lebih besar kini dibanding tadi ketika masih di tengah samudra. Tapi apa artinya bertambah ukuran jika kebinasaan begitu dekat?

“Lihat!” Pekiknya ketakutan saat menatap tepian, “Akan seperti mereka itukah nasib kita nanti?

Sebuah gelombang lain yang lebih dewasa segera menjarinnya. Melihat kemurungan saudaranya itu, bertanyalah gelombang kedua kepada gelombang pertama. “Ada apa dengamu? Mengapa engkau tampak begitu sedih dan tubuhmu menciut lagi?”

Sang gelombang pertama menukas sendu. “Engkau tidak mengerti!”, katanya dengan nada putus asa. “Semua gelombang seperti kita akan memukul karang-karang pantai. Kita semua pasti kalah, pecah, terhambur dan hancur. Tidakkah kau sadar bahwa kita semua akan binasa dan lenyap tanpa sisa? Tidakkah itu mengerikan?”

Gelombang kedua tersenyum. “Kawan,” ujarnya dengan menatap mesra, ” ketahuilah bahwa engkau bukanlah gelombang. Engkau adalah bagian dari samudra.”

***

Semenjak membaca kisah ini, kita pasti akan menatap takjub betapa sosok demi sosok ombak tak taku hancur berkeping-keping dipecah karang. Itu sebab mereka insyaf diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari samudra akbar yang terus bergelora. Begitulah kita dalam dekapan ukhuwah, diberikan peran-peran sejarah oleh jamaah utuk bergerak, memberi pemandangan indah pada dunia. Tetapi hakikatnya kita semua adalah bagian dari satu ummat, sebentuk lautan keagungan tak bertepi…

Tagged: , ,
Posted in: Hadharah